Jaman sekarang, tentu kita sering mendengar keluhan para orang tua saat penerimaan siswa baru tentang mahalnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan. “Lha wong dereng sekolah masa nggih langsung ken bayar”( Lha.orang belum sekolah masa ya langsung disuruh bayar),begitu komentar yang pernah saya dengar dari seorang ibu yang mendaftarkan anaknya ke salah satu SMA di Purwokerto. Memang , Q-ta sebagai pelajar merasakan betul akan mahalnya biaya pendidikan yang harus Q-ta keluarkan, atau lebih tepatnya yang harus orang tua Q-ta bayarkan. Permasalahan ini kemudian menggelitik saya sehingga timbul pertanyaan “Benarkah biaya sekolah itu mahal?”
Saya mulai melakukan riset kecil2an, sekadar untuk membandingkan dan mengetahui seberapa mahal sebenarnya sekolah itu. Sebagai contoh, saya membandingkan biaya sekolah saya dengan salah satu LEMBIMJAR(lembaga bimbingan belajar) ternama di Purwokerto. Perlu diketahui, saya mendapat info dari slah seorang teman saya yang mengikuti lembimjar tersebut, dan dikatakan bahwa untuk pembelajaran selama setahun, biaya yang harus dibayarkan adalah sekitar 1,5 juta rupiah, dengan ketentuan sbb :
3x pertemuan seminggu, dengan lamanya adalah 1,5jam per pertemuan. Jika dikalkulasikan, maka biaya per-jamnya adalah(semuanya dalam mata uang rupiah)
1500000/12bulan=125000
125000/4minggu=31250
31250/3x pertemuan=10416.67
10416.67/1.5jam=6944.46
Jadi, biaya yang dikeluarkan untuk belajar di sebuah LEMBIMJAR perjamnya adalah sekitar Rp.6944.46.
Sekarang bandingkan dengan biaya sekolah saya dalam 1 tahun (saya ambil biaya untuk kelas 12)
BP3=105000/bulan
DPP=300000/tahun
Buku buku=500000/tahun
Dalam hal ini, saya buat jadwal per minggu adalah sekitar 43 jam pelajaran untuk kelas 12. Jadi perhitungannnya sbb :
105000/4=26250
26250/43=610.46
300000/12=25000
25000/4=6250
6250/43=145.35
500000/12=41666.67
41666.67/4=10416.67
10416.67/43=242.25
Jadi, berdasarkan perhitungan, maka biaya untuk belajar di sekolah perjamnya adalah sekitar Rp.998.06
Seperti yang terlihat, dapat disimpulkan bahwa biaya sekolah dibandingkan dengan untuk belajar di LEMBIMJAR ternyata JAUH LEBIH MURAH!!. Tentu saja perhitungan ini tidak begitu akurat karena disini saya mengabaikan berbagai factor yang bisa mempengaruhi perhitungan, seperti adanya libur dan ulangan umum, serta jam tambahan yang biasanya diberikan oleh lembimjar ketika mendekati ulangan umum atau ujian.
Tetapi paling tidak, dari perhitungan ini Q-ta dapat berpikir lebih bijak dalam menghadapi suatu permasalahan, sperti biaya sekolah ini, terlepas dari mutu yang diberikan dalam pembelajaran. Tentu saja dalam hal ini lembimjar dapat dikatakan lebih unggul, karena mereka pasti berusaha untuk menjaga mutu dan kualitas pengajaran mereka, karena kalau tidak, bisa bisa siswa2 mereka pindah ke lembimjar yg lain. Banyak yang beralasan mengikuti lembimjar karena pelajaran di sekolah ternyata tidak begitu memuaskan. Tapi sekali lagi, semua hal tersebut kembali kepada pribadi masing2. Memang benar ada oknum yang memang terkadang kurang memuaskan dalam mengajar, dan saya tidak menutup mata akan hal tersebut. Tapi alangkah baiknya kalau mulai dari sekarang kita juga berusaha membantu diri kita sendiri. Saya tidak mengatakan kalau teman2 yang mengikuti kegiatan pembelajaran di luar sekolah itu lembek, tapi yang saya takutkan adalah ke depannya, yaitu saat kita lulus nati dan kuliah, karena setahu saya tidak ada bimbingan untuk mahasiswa. Oleh karena itu, marilah mulai dari sekarang Q-ta berusaha sebaik mungkin. Yang mengikuti bimbingan, jangan cuma mengandalkan apa yang diberi oleh pengajar2nya,terlebih lagi bagi teman2 yang hanya mengandalkan dari sekolah, harus belajar lebih serius lagi, meski tidak usah dipaksakan sampai stress dan jatuh sakit.
So Guys,keep study hard for a bright future.
salam bocahketriwal
Monday, December 22, 2008
BENARKAH SEKOLAH ITU MAHAL?
Diposkan oleh bocahketriwal di 19:49 2 komentar
And the Story Goes Back
Praktikum kedua, an unexpected moment!!
Perlu diketahui, selama pelatnas tahap 1 TOBI ini, kita dikasih jatah praktikum dua kali seminggu, yaitu hari rabu dan kamis. So, hari kamis ini Q-ta lanjut praktikum ekologi n bioselmol. Seperti biasa, jam 7 lebih 15 menit bus ITB udah nongol didepan SMK KARTINI (jadi ceritanya Q-ta nginep di wisma yg jadi satu ma SD islam, SMP and SMK KARTINI,sepaket gt lah). Tapi, berhubung satu dan lain hal serta alasan pribadi masing2, Q-ta baru bener2 berangkat jam setengah 8.
Back to the story…
Sepertinya andika dan kawan2 udah lupa kalo Q acrophobia, soalnya Q g diapa2in wktu lewat deket jendela di lantai 7 gedung PAU(sukur deh). Waktu itu sebenernya Q agak males, soalnya yang megang (dosennya maksude) Bu Tati, yg menurutQ agak galak(kritis lebih tepatnya), tapi setelah Q pikir2,kalo ekologi praktikum, itu berarti 1 hal, kemungkinan besar Q-ta bakal praktikum diluar. And then……..
YES!!!!!!! Ternyata bener tebakanQ, Q-ta disuruh praktikum di luar, dengan subjek pengukuran suhu n penghitungan jumlah serangga di suatu lingkungan tertentu, plus ngukur suhu “tubuh” si Mangifera indica (mangga maksudnya). Q-ta dibagi 8 kelompok, dibagi di 2 lokasi, yaitu taman ganeca n lebak siliwangi. Setelah dapet kelompok (barengan ma iris, yun n Richard), Q-ta milih ambil tempat di lebak siliwangi, barengan ma kelompoknya iga (iga, agi, satria ma rama). kelompokQ akhirnya milih tempat di arena ketangkasan domba, sedangkan iga dkk lanjut jalan ke arah hutan(moga2 si g ada uler, bukan apa2, Cuma kasian aja uler-ny, ntar dimakan ma mereka).
Back to my group, Q-ta mulai mengerjakan apa yg dimandatkan bu Tati, sambil ngobrol,cerita,curhat g jelas plus ketawa2 kalo ad yg cerita konyol. Dari situlah Q-ta mulai tau kalo si yun tu lugu abis, kontras benjid sama latar belakangnya yg tinggal di Jakarta, Richard yg tidak sekalem keliatan nya, iris yg emang tambah gokil, n Q yg paling paling G normal(bangga gt?). semuanya tampak berjalan dengan normal, sampai k ichal ( teenager sitter-nya TOBI09) dateng ngecek sambil curi2 motret Q-ta. Lagi seru2nya dengerin cerita lucu + ketawa2(lupa syp yg cerita), tiba2 Q dikejutkan dengan suara seperti sapi yg sedang melenguh. Q ngomong ke iris sambil ketawa “Ris, kok suaranya kyk sapi y, melenguh gt”. Bukannya berhenti, tu suara malah makin keras. Mencium ada hal yg tidak beres, Q langsung ambil inisiatif nyuruh anak2 ngukur suhu lg(kebetulan Q satu2ny ank kls 3 dikelompok itu, jd mereka lngsung patuh bgtu dikomando,ternyata enak jg jd senior) sedangkan aQ sendiri mendekati k ichal sembari bertanya “kak, itu si tadi suara pa’an,kok ky sapi gt. Perasaan disini g ad sapi deh, ada juga domba ma kambing”. K ichal jawab “udah, bukan2 apa-apa, g usah dipikirin, dah lanjutin kerjaanya”. Tapi Q tau kalo emang ada apa2 dengan suara sapi melenguh yg aneh itu, karena sekelebat Q melihat suatu pemandangan ganjil yg baru pernah Q liat seumur hidup.
Apakah pemandangan aneh itu?
Mungkin cukup aQ dan K ichal saja yg tau (atau mungkin yg laen jg)….
Abis itu k ichal pergi, “mau ngecek kelompok lain” katanya. Q jg mulai berusaha menyibukkan diri sambil mencoba melupakan peristiwa yg amat mengganggu pikiran itu. Akhirnya, dengan bantuan perut keroncongan n hujan lebat yg turun, Q udah lupa ma peristiwa tadi. Praktikum berikutnya yaitu biselmol, lebih tepatnya ekstraksi DNA. Waktu itu yg ndampingin bu MRM, sama asdos yg secara kebetulan ketemu wKtu Q lg ngobrol sama kakak kelas yg kuliah di ITB,sayang Q lupa namanya syp. Bermodalkan buah2an segar,garam, sebotol shampoo bayi, and etanol dingin, kami diajari cara mengekstrasi DNA dari buah2an tersebut. Keliatannya emang sederhana, tapi ternyata untuk bisa dapet DNA yg bisa diambil untuk diamati di bawah sinar UV dan gel ethidium bromide(ati2,yg ini karsinogenik lho),amat sangat susah sekali. Terbukti dari 32 anak, Cuma beberapa yg berhasil, itupun dengan bebrapa kali nyoba+prosedur yg agak melenceng dari instruksi. Akhirnya, setelah putus asa dengan kegagalan berkepanjangan plus nyanyian keroncongan di perut, kami sepakat menyudahi praktikum hari itu jam 5 sore. Kami pun pulang dengAN selamat kembali ke wisma. Praktikum kedua selesai.
Keterangan : bioselmol = biologi sel dan molekuler
Ansiswan = anatomi sistematik hewan
MRM = bu Maelita Ramdani Moeis
karsinogenik =zat yang memicu timbulnya sel kanker
And the Story Goes Back
Cerita pelatnas
Praktikum pertama !
Weh ,akhirnya hari praktikum pun tiba. Hari itu tanggal 22 Oktober 2008, akhirnya Q ke ITB lagi. Sayang pelatnas taun ini praktikumnya ga di SITH, Q-ta dikasih lab di gedung PAU. Dan coba tebak apa yang paling parah dr lab itu, lantai tujuh man!! Gila!! Kalo bkn gr2 praktikum, mana mw Q naek setinggi gt. Dan acrophobiaQ pun akhirnya ketauan setelah anak2 dengan semangat naek(pake lift lah pastinya) sementara Q Cuma meluk tiang bangunan di lantai dasar. Anak2 sempet narik2 supaya msk ke lift. Untung Q g klaustrophob, kalo iya, lengkap sudah penderitaanQ. akhirnya berbekal semua do’a yg aQ tau Q msk lift, sambil berharap klo lftnya g jatuh!!!!
Dan, inilah Q berada cm 1 lantAI dari lantai tertinggi. Q Cuma bs teriak2 kalo ad yg nggeret Q deket2 jendela, ato kalo g si Satria ma Rama yg dengan sengaja duduk2 di tepi jendela! “Emang g pada takut ap?” batinku.
Kesibukan penyayatan daun cemara yg susah abis, ditambah sulitnya identifikasi stomata(msh bngung bedain anomocytic ma anisocytic, walopun udah dijelasin klo anisocytic tuh yg ukuran sel tetengganya beda2) sempet membuatQ lupa kalo lg di gedung lantai 7. Tapi y gt, pas makan siang, balik lg Q teriak2 waktu si andika dengan semangatnya geret2 aQ ke jendela,bener2 ampe mw nangis…
Abis itu praktikum ANSISWAN. Buset, biasa cm 1 hewan yg dibedah, wktu itu 4 sekaligus! Jangkrik, cacing siput ma udang (kalo g salah ye) MANTEB DAH TUH. Q-ta pulang jam 5 lebih loh, sampe di wisma udah yg bener2 cape, y badan ya pikiran. Tapi siksaan itu tidak berhenti sampai disitu saja, karena malamnya Q-ta msh dapet tutorial malem. Busyet dah, bener2 ngantuk super ngantuk. Akhirnya selesai jg tuh tutor dan tanpa melakukan kegiatan apapun abis tutor, Q lansung tidur BLUG!! Mpe jam 5 esok harinya. Praktikum 1 selesai.
